Minggu, 10 Maret 2013

Makalah Pendekatan Inkuiri


BAB I
PENDAHULUAN


1.1.   LATAR BELAKANG
 Saat ini kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin cepat. Kita sebagai seorang pendidik, dituntut untuk semakin kreatif dalam mengembangkan atau menyajikan materi ajar kita kepada siswa atau peserta didik. Sehingga hasil dari proses yang kita kembangkan membuat peserta didik kita siap menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan saat ini. Seperti yang kita tahu, untuk memperoleh pengetahuan itu, tidak harus mendapatkanya dibangku sekolah saja atau dengan kata lain ilmu dapat kita peroleh dari mana saja, terutama lewat lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, pemahaman tersebut harus dapat kita tanamkan pada setiap peserta didik kita agar pengetahuan yang mereka peroleh tidak hanya sebatas pengetahuan dari sekolah saja.
Kita sebagai pendidik juga dapat menanamkan pemahaman kepada peserta didik kita untuk belajar mandiri dengan maupun tanpa bimbingan dari guru. Peserta didik harus mampu mengembangkan kemampuan yang diperoleh dari lingkungannya untuk menemukan suatu konsep dalam pembelajaran. Selain itu peserta didik juga harus terbiasa dengan pemahaman untuk belajar berlangsung seumur hidup mereka.
Sebenarnya kemampuan mengeksplor yang ada pada diri peserta didik, telah ada sejak mereka kanak-kanak. Pada masa kanak-kanak, mereka telah sering menanyakan sesuatu, sehingga mereka memperoleh kejelasan atau menemukan jawabanya dari apa yang ingin mereka ketahui. Jadi, sebenarnya potensi untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu telah banyak dimiliki peserta didik sejak kecil, namun sering terhambat oleh lingkungan keluarga dan sekolah yang kurang memadai.
Orang tua sering tidak melayani atau merasa terganggu, takut rusak, rugi dan sebagainya, apabila anaknya banyak bertanya, mencoba melakukan sesuatu yang mungkin sampai rusak. Para guru umumnya kurang mengembangkan metode inkuiri ini sehingga para siswa di sekolah lebih banyak bersifat menerima informasi. Maka hal ini banyak akan menghambat perkembangan potensi peserta didik.
Pada makalah ini akan dibahas konsep dasar pembelajaran inkuiri, jenis-jenis pembelajaran dengan pendekatan inkuiri, sintaks pembelajaran inkuiri.

1.2  Tujuan
  1. Dapat memahami Pengertian Inkuiri
  2. Dapat mengetahui 2 Komponen Model Pembelajaran Inquiry
  3. Dapat memahami Tingkatan-tingkatan dalam Pembelajaran Inquiry
  4. Dapat memahami Pembelajaran Berbasis Inquiry
  5. Mengetahui Keunggulan dan Kelemahan Model Inquiry

1.3  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Inkuiri ?
2.      Berapa komponen dari model pembelajaran inkuiri ?
3.      Jelaskan tingkatan-tingkatan dalam pembelajran inkuiri ?
4.      Jelaskan tentang pembelajran berbasis inkuiri ?
5.      Sebutkan keunggulan dan kelemahan model inkuiri ?







BAB II
ISI


2.1              PENGERTIAN INQUIRY
Inkuiri berasal dari bahasa Inggris ”inquiry” yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukannya. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap objek pertanyaan. Dengan kata lain, inkuiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis (Schmidt, 2003).
Joko Sutrisno (David L. Haury dalam artikelnya, Teaching Science Through Inquiry :1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak.
Inkuiri merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. Dengan kata lain, inkuiri berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury, 1993)”.

Inkuiri bukan hanya metode atau pendekatan pembelajaran, melainkan juga sebuah filosofi belajar. Mahasiswa atau peserta didik dilatih untuk selalu bertanya kemudian menentukan strategi atau cara menjawab, menganalisis dan akhirnya memukan jawaban dari pertanyaannya. Model pembelajaran inkuiri dimulai dengan suatu kejadian yang menimbulkan keingintahuan mahasiswa atau peserta didik. Hal ini perlu dilakukan oleh guru, dosen atau pendidik agar siswa termotivasi dan menimbulkan keinginannya untuk menyelidiki data yang ada dan merangkaikan data yang diperoleh satu sama lain menurut asumsi yang baru dan mereka akan mengorganisasi pengetahuannya.
Pendekatan inkuiri memang tidak dapat dipisahkan dari pendekatan "pemecahan masalah". Untuk menerapkan pendekatan ini dosen, guru, atau pendidik harus berpikir dan berperilaku yang memfasilitasi mahasiswa/peserta didik untuk dapat membuat identifikasi apa yang akan dipelajari. Dosen guru, atau pendidik membantu mahasiswa dalam membuat pertanyaan, menentukan strategi mengumpulkan informasi dan mengolah informasi. Pendekatan ini memerlukan dosen, guru, atau pendidik yang kreatif dalam menyusun pembelajaran dan bekerja dengan rencana yang baik. Ketika mahasiswa belajar, mereka sudah mempunyai target yang jelas. Pendekatan ini memberikan tantangan yang cukup baik bagi pendidik ataupun peserta didik. Dosen dan mahasiswa akhirnya berada dalam perspektif yang sama yaitu menjadi pembelajar. Bahkan pada situasi tertentu guru dan siswa akan belajar tentang hal yang sama.
Jadi Metode Inkuiri adalah pelaksanaan belajar mengajar dengan cara siswa mencari dan menemukan konsep dengan atau bantuan dari guru.

2.2              KOMPONEN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY
Dalam praktiknya aplikasi model pembelajaran inkuiri ini sangatlah beragam, tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun menurut Garton, (2005) bahwa pembelajaran dengan model inkuiri memiliki 5 komponen yang umum yaitu :
v  Question
Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. Selanjutnya, guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa.
v  Student Engangement
Dalam model inquiri, keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku, melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi.
v  Cooperative Interaction
Siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok, dan mendiskusikan berbagai gagasan. Dalam hal ini, siswa bukan sedang berkompetisi. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk, dan mungkin saja semua jawaban benar.
v  Performance Evaluation.
Dalam menjawab permasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi, grafik, poster, karangan, dan lain-lain. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi.
v  Variety of Resources
Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar, misalnya buku teks, website, televisi, video, poster, wawancara dengan ahli, dan lain sebagainya.
Joice dan Well (1996) mengungkapkan bahwa terdapat dua model inkuiri, yaitu latihan inkuiri dan inkuri sains. Sintaks inkuiri sains terdiri atas empat fase, yaitu:
1.      Fase investigasi dan pengenalan kepada siswa
2.      Pengelompokan masalah oleh siswa
3.      Identifikasi masalah dalam penyelidikan
4.      Memberikan kemungkinan mengatasi kesulitan/masalah

Sintaks latihan inkuiri terdiri atas:
1.    Orientasi masalah
2.    Pengumpulan data dan verifikasi;
3.    Pengumpulan data melalui eksperimen;
4.    Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
5.    Analisis proses inkuiri.
Pembelajaran inkuri dapat dimulai dengan memberikan pertanyaan dan cara bagaimana menjawab pertanyaan tersebut. Melalui pertanyaan tersebut siswa dilatih melakukan observasi terbuka, menentukan prediksi dan kemudian menarik kesimpulan. Kegiatan seperti ini dapat melatih siswa membuka pikirannya sehingga mampu membuat hubungan antara kejadian, objek atau kondisi dengan kehidupan nyata.
Inkuiri merupakan salah satu model pembelajaran yang berperan penting dalam membangun paradigma pembelajaran konstruktivistik yang menekankan pada keaktifan belajar siswa (DeBoer,1991). Kegiatan pembelajaran ditujukan untuk menumbuhkan kemampuan siswa dalam menggunakan keterampilan proses dengan merumuskan pertanyaan yang mengarah pada kegiatan investigasi, menyusun hipotesis, melakukan percobaan, mengumpulkan dan mengolah data, mengevaluasi dan mengkomunikasikan hasil temuannya dalam masyarakat belajar. Kegiatan inkuiri sangat penting karena dapat mengoptimalkan keterlibatan pengalaman langsung siswa dalam proses pembelajaran. Joyce, et al (2000) menyatakan bahwa inkuiri perlu didesain untuk membelajarkan proses penelitian yang dapat mempengaruhi cara siswa memproses informasi dan mengembangkan komitmen terhadap inkuiri ilmiah. inkuiri juga dapat merangsang pengembangan sikap keterbukaan dan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cara yang tepat dan semangat kerjasama yang tinggi.

untuk lebih lengkapnya lagi, silahkan download link di bawah ini
Makalah Pendekatan Inkuiri.doc.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar